Peluncuran GPU laptop seri Nvidia RTX 5000 belakangan ini menuai banyak kritik. Bukan tanpa alasan—proses peluncurannya dipenuhi dengan berbagai kendala seperti keterlambatan distribusi, ketersediaan unit uji yang sangat terbatas, permasalahan driver yang belum terselesaikan, hingga performa yang kurang memuaskan, terutama jika tidak menggunakan fitur upscaling.
Review awal RTX 5090 Laptop baru bisa dilakukan menjelang akhir Maret 2025, dan itu pun terbatas pada satu perangkat: Razer Blade 16. Ironisnya, laptop tersebut tidak menggunakan versi tercepat dari GPU tersebut, sehingga hasil uji perdana tidak benar-benar mencerminkan potensi maksimal dari RTX 5090. Ketersediaan laptop yang menggunakan GPU RTX 5090 atau RTX 5080 baru membaik di bulan April dan Mei, meskipun belum semua produsen mampu menghadirkannya ke pasar hingga saat ini.
Sementara itu, sampel uji RTX 5070 Ti Laptop sama sekali tidak tersedia saat embargo dicabut, dan meskipun RTX 5070 versi standar sedikit lebih mudah ditemukan, jumlahnya tetap terbatas. RTX 5060 Laptop yang diperkenalkan di ajang Computex juga masih belum tersedia untuk diuji, sehingga peluncurannya lebih terlihat sebagai “paper launch” saja.
Performa Tidak Sesuai Harapan
Fokus utama Nvidia di seri GPU RTX 5000 Laptop ini terletak pada teknologi peningkatan visual seperti DLSS 4 dan multi-frame generation. Fitur tersebut memang menarik, namun akan lebih bermanfaat jika diterapkan pada GPU kelas menengah seperti RTX 5060. Untuk kelas atas seperti RTX 5090 dan RTX 5080 yang dibanderol dengan harga tinggi, pengguna tentu mengharapkan peningkatan performa signifikan tanpa harus bergantung pada upscaling.
Faktanya, RTX 5090 dan RTX 5080 hanya menawarkan peningkatan kinerja yang tipis dibanding generasi sebelumnya (RTX 4090 dan RTX 4080 Laptop). Hal ini membuat nilai peningkatannya tidak terlalu meyakinkan, terutama bagi pengguna yang sudah memiliki GPU dari generasi sebelumnya.
Satu-satunya yang cukup menarik adalah RTX 5070 Ti dengan VRAM 12 GB, yang bisa menjadi penerus ideal dari RTX 4070 Laptop. Sayangnya, RTX 5070 versi standar hanya membawa sedikit peningkatan performa dan masih menggunakan VRAM 8 GB. Ini menjadi kabar kurang menggembirakan bagi para gamer kelas menengah. Jika RTX 5060 Laptop juga tidak membawa perubahan besar, maka ekspektasi terhadap seri ini bisa dibilang mengecewakan.
Driver Masih Belum Stabil
Permasalahan lain yang tidak kalah serius adalah kondisi driver. Sejak peluncuran, Nvidia terus merilis pembaruan driver hampir setiap minggu, namun beberapa versi justru menimbulkan masalah baru. Sebagai contoh, pada versi 567.02, ditemukan bug yang menyebabkan GPU tetap mengonsumsi daya meskipun statusnya dinyatakan tidak aktif, baik oleh perangkat lunak resmi Nvidia maupun alat monitoring lainnya. Hal ini tentu mengganggu hasil pengujian konsumsi daya dan suhu.
Beberapa versi driver bahkan menimbulkan crash pada sejumlah game terbaru, serta perbedaan performa yang cukup signifikan antara satu versi dengan versi lainnya—tidak hanya perbedaan minor seperti biasanya. Dua versi terbaru, yakni 576.28 dan 576.40, mulai menunjukkan kestabilan. Nvidia juga baru merilis versi 576.52 yang tersedia dalam versi studio, setelah sebelumnya versi ini tertahan di 576.02.
Baca Juga: MSI Perkenalkan Lini Laptop Terbaru dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 5070 di CES 2025
Minimnya Persaingan Jadi Akar Masalah
Kekacauan ini diperparah dengan tidak adanya pesaing kuat di pasar GPU laptop. Nvidia saat ini mendominasi sepenuhnya, dan para produsen laptop tidak memiliki alternatif lain selain menggunakan GPU dari Nvidia untuk produk terbaru mereka.
Harapan kini tertuju pada AMD agar tidak hanya fokus mengembangkan solusi grafis terintegrasi seperti Strix Halo, namun juga serius menghadirkan GPU laptop kelas atas. Tanpa persaingan yang seimbang, konsumen kemungkinan besar akan terus menghadapi peluncuran produk yang tidak maksimal seperti ini.