Lenovo baru saja mengumumkan ThinkPad X9, dan perubahan terbesar yang paling menyita perhatian adalah dihilangkannya TrackPoint—tombol merah kecil di tengah keyboard yang telah menjadi ciri khas ThinkPad selama lebih dari 25 tahun. Keputusan ini menimbulkan pro dan kontra, terutama di kalangan pengguna setia yang sudah terbiasa dengan fitur ini.
TrackPoint pertama kali diperkenalkan oleh IBM sebagai solusi navigasi yang memungkinkan pengguna mengontrol kursor tanpa perlu mengangkat tangan dari keyboard. Ini sangat membantu bagi mereka yang sering mengetik dalam jumlah besar atau bekerja dengan dokumen panjang. Dibandingkan touchpad konvensional, TrackPoint menawarkan presisi lebih tinggi tanpa perlu menggeser tangan dari posisi mengetik. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, touchpad semakin canggih dan lebih banyak digunakan, terutama dengan hadirnya touchpad haptic yang lebih responsif.
Lenovo tampaknya sudah lama bersiap untuk menghapus TrackPoint. Beberapa model ThinkPad X1 Carbon sebelumnya telah menggunakan touchpad haptic yang lebih besar, mengisyaratkan transisi ke sistem navigasi baru. ThinkPad X9 pun sepenuhnya mengandalkan touchpad haptic ini sebagai pengganti TrackPoint.
Keputusan ini bukan hanya sekadar perubahan desain, tetapi juga bagian dari strategi Lenovo dalam menyederhanakan tampilan ThinkPad agar lebih modern dan sesuai dengan tren laptop premium saat ini.
Selain TrackPoint, ThinkPad X9 juga mengalami perubahan besar lainnya, seperti penggunaan bodi aluminium berwarna perak, berbeda dari warna hitam khas ThinkPad sebelumnya. Meskipun lebih modern, perubahan ini membuatnya lebih mirip dengan laptop premium dari Apple, Dell, atau HP. Namun, Lenovo tetap mempertahankan ciri khas ThinkPad lainnya, seperti sertifikasi MIL-SPEC 810H untuk ketahanan serta kemudahan perbaikan dengan sistem “engine hub” di bagian bawah laptop.
Lalu, mengapa Lenovo benar-benar menghapus TrackPoint? Salah satu alasan utamanya adalah semakin berkurangnya jumlah pengguna yang mengandalkan fitur ini. Bagi sebagian besar pengguna laptop masa kini, touchpad modern sudah lebih dari cukup untuk navigasi sehari-hari.
Selain itu, desain tanpa TrackPoint memungkinkan Lenovo membuat keyboard yang lebih ramping dan meningkatkan efisiensi produksi. Tren minimalis dalam desain laptop juga menjadi faktor pendorong keputusan ini, terutama dengan semakin luasnya penggunaan teknologi berbasis AI di Windows 11 CoPilot+ yang mengutamakan navigasi berbasis sentuhan dan suara.
Meski banyak pengguna ThinkPad klasik yang kecewa dengan keputusan ini, Lenovo tetap berusaha mempertahankan DNA ThinkPad dengan berbagai fitur lain, termasuk layar OLED berkualitas tinggi, opsi keamanan berbasis Intel vPro, serta edisi Aura yang membawa fitur tambahan untuk meningkatkan produktivitas. ThinkPad X9 akan tersedia dalam ukuran 14 inci dan 15 inci, dengan harga mulai dari $1.400.
Keputusan Lenovo untuk menghapus TrackPoint memang menandai akhir dari sebuah era, tetapi juga mencerminkan perubahan kebutuhan pengguna modern. Kini, tinggal menunggu bagaimana respons pasar terhadap perubahan besar ini—apakah ThinkPad tetap mempertahankan daya tariknya tanpa fitur yang telah menjadi ikonik selama lebih dari dua dekade?