Sebelum Anda memutuskan untuk membeli laptop dengan teknologi Intel Core Ultra AI, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
Berdasarkan informasi dari salah seorang penulis dari situs Toms Guide bernama Alex Waro yang telah memiliki pengalaman dengan laptop dan PC selama bertahun-tahun, ada tiga poin utama yang perlu Anda ketahui sebelum membuat keputusan pembelian.
1. Aplikasi AI Jarang Membutuhkan Laptop AI
Pertama-tama, sebagian besar aplikasi kecerdasan buatan (AI) tidak memerlukan laptop khusus AI atau chip AI di dalamnya agar dapat berfungsi. Meskipun banyak laptop dipasarkan dengan label “laptops AI” dengan chip Neural Processing Unit (NPU), kenyataannya, sebagian besar aplikasi AI tidak membutuhkan teknologi ini.
Beberapa fitur AI, seperti latar belakang yang kabur selama panggilan video, dapat diakses tanpa kebutuhan NPU. Penting untuk memahami bahwa meskipun beberapa laptop dilengkapi dengan NPU, hal itu belum sepenuhnya menjadi kebutuhan saat ini, dan kebanyakan aplikasi AI dapat diakses tanpa harus memiliki “laptop AI.” atau laptop yang memang didedikasikan untuk mengolah data AI.
2. Laptop Gaming Lebih Efektif untuk Kinerja Aplikasi AI
Meskipun banyak aplikasi AI saat ini tidak mengoptimalkan penggunaan NPU yang ada di “laptops AI,” ada beberapa aplikasi yang memanfaatkannya. Jika Anda tertarik pada kinerja maksimal aplikasi AI, laptop gaming mungkin merupakan pilihan yang lebih baik daripada laptop AI yang lebih ringan.
Laptop gaming umumnya dilengkapi dengan kartu grafis terbesar dan paling kuat, yang sangat efektif untuk menangani beban kerja yang membutuhkan daya pemrosesan yang tinggi. Dalam hal ini, laptop gaming seperti Asus ROG Zephyrus G14 atau Alienware m18 mungkin menjadi investasi yang lebih bijak daripada laptop AI dengan prosesor Intel Meteor Lake.
3. Laptop AI Belum Meningkatkan Kualitas Permainan
Untuk pengguna yang tertarik pada permainan, penting untuk diingat bahwa laptop AI tidak secara otomatis akan meningkatkan kualitas permainan saat ini. Meskipun teknologi AI, seperti Nvidia Avatar Cloud Engine (ACE), sedang dikembangkan untuk menciptakan karakter NPC yang responsif secara dinamis dalam waktu nyata, hal ini masih dalam tahap awal pengembangan.
Jangan mengharapkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas permainan yang dihasilkan oleh laptop AI dalam waktu dekat. Proyek-proyek seperti ACE masih memanfaatkan sumber daya lokal dan berbasis cloud, dan tidak dapat dijamin bahwa laptop AI akan menjadi syarat untuk mengakses kemampuan ini di masa depan.
Meskipun demikian, minat dan investasi yang dilakukan dalam mengembangkan aplikasi AI dan integrasinya ke dalam PC dianggap sebagai perkembangan positif. Perkembangan teknologi ini terus meningkat setiap harinya, dan kemungkinan memiliki asisten AI yang dapat dipesan untuk melakukan tugas-tugas tertentu di laptop pribadi merupakan prospek yang menarik.
Meski begitu, saat ini masih banyak pembicaraan tentang “tahunnya PC AI” yang sebagian besar mengabaikan sejauh mana kebutuhan akan prosesor AI di dalam laptop saat ini masih dalam tahap awal dan mungkin tidak sepenuhnya diperlukan untuk kebanyakan pengguna.
Walaupun dengan memiliki NPU di laptop dapat membantu dalam tugas-tugas AI tertentu, peluang untuk memanfaatkannya masih terbatas, dan mungkin belum sepadan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakses fitur kecerdasan buatan.