Selain dari komponen hardware yang didukung, motherboard komputer juga memiliki perbedaan utama dalam bentuk form factor, yang mengacu pada spesifikasi ukuran fisik dan layoutnya. Salah satu form factor standar untuk PC desktop adalah ATX (Advanced Technology Extended), namun ada juga motherboard kecil yang bisa menjadi pilihan menarik.
Bagi kamu yang menginginkan komputer dengan ukuran lebih kecil, ada dua standar form factor motherboard lain yang bisa dipilih, yaitu Micro-ATX dan Mini-ITX. Kedua form factor ini lebih mungil daripada ATX, namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Dengan mempertimbangkan ukuran dan fitur yang dibutuhkan, pengguna dapat memilih motherboard kecil yang sesuai untuk kebutuhan komputernya. Form factor Micro-ATX dan Mini-ITX merupakan pilihan populer bagi mereka yang menginginkan komputer berukuran lebih kecil tanpa mengorbankan performa atau fitur.
Perbedaan MicroATX dan Mini-ITX
Sebagai dua jenis motherboard yang berbeda, tentunya MicroATX dan Mini-ITX sama-sama memiliki keunggulannya masing-masing. Selain ukurannya yang berbeda, kedua motherboard ini juga digunakan dengan cara yang berbeda-beda.
Untuk itu, mari simak lebih lengkap tentang dua motherboard tersebut di bawah ini.
MicroATX
Micro-ATX, yang diperkenalkan pada akhir 1997, menawarkan ukuran standar 244 x 244 mm, sekitar 25 persen lebih kecil dari ATX, membuatnya lebih ringkas dan cocok untuk casing komputer yang lebih compact.
Casing ATX biasanya memiliki volume sekitar 40-50 liter, sementara casing Micro-ATX hanya berkisar 12 hingga 30 liter, menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam dimensi fisiknya, meskipun tidak sekecil Mini-ITX.
Meski begitu, Micro-ATX tetap mempertahankan susunan komponen dan panel I/O yang sama dengan ATX, sehingga motherboard ini dapat dipasang di casing ATX jika diinginkan.
Secara umum, motherboard ini menawarkan fitur dan kinerja yang sebanding dengan motherboard ATX. Meskipun kebanyakan memiliki 4 slot RAM, beberapa model terendah hanya memiliki 2 slot.
Namun, beberapa spesifikasi Micro-ATX biasanya disesuaikan, seperti bagian VRM yang mungkin lebih sederhana dengan jumlah fase yang lebih sedikit, serta jumlah slot ekspansi PCIe yang lebih sedikit. Meskipun demikian, dengan spesifikasi yang lebih rendah, motherboard Micro-ATX seringkali lebih terjangkau karena biaya produksi yang lebih rendah.
Baca Juga: Cara Split Screen di Windows 11, Multitasking Makin Mudah!
Mini-ITX
Dikembangkan pertama kali oleh Via Technologies pada tahun 2011, form factor Mini-ITX (Information Technology Extended) membawa motherboard dengan ukuran fisik yang jauh lebih kecil daripada Micro-ATX, hanya sekitar 170 x 170 mm.
Motherboard ini cocok dipasang di casing yang juga berukuran kecil (SFF, small form factor) dengan volume sekitar 5 hingga 12 liter.
Berkat ukurannya yang kecil, motherboard Mini-ITX memungkinkan penempatan yang lebih fleksibel, yang menginspirasi desain casing SFF yang unik, mulai dari yang mirip dengan konsol game Xbox hingga yang seperti koper dengan pegangan.
Sebagai hasilnya, motherboard Mini-ITX menjadi pilihan ideal untuk membangun PC portabel yang sering dibawa bepergian atau dipindah-pindahkan, baik untuk keperluan pekerjaan maupun gaming.
Meskipun ukurannya kecil, PC dengan motherboard kecil ini dapat diperlengkapi dengan berbagai hardware bertenaga, termasuk kartu grafis desktop, sehingga memberikan performa yang lebih tinggi dibandingkan laptop.
Namun, ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan terkait bentuk mungil Mini-ITX. Meskipun ukurannya kecil, Mini-ITX menyediakan sedikit ruang untuk komponen.
Jumlah slot RAM terbatas hanya dua, dan hanya satu slot PCIe yang tersedia. Pemasangan di dalam casing SFF bisa mempersulit pengaturan kabel, dan tidak semua kartu grafis dan pendingin CPU kompatibel karena terbatasnya dimensi fisik.
Selain itu, harga Mini-ITX cenderung lebih mahal daripada motherboard berukuran lebih besar karena tergolong sebagai segmen niche dengan pasar dan volume produksi yang lebih kecil.
Jika kamu menginginkan PC yang kompak dan terjangkau, Micro-ATX adalah pilihan yang menarik. Form factor ini populer karena harganya lebih terjangkau dibanding ATX atau Mini-ITX, dan terdapat banyak pilihan di pasaran.
Namun, jika kamu menginginkan komputer mungil yang kuat dan unik, motherboard Mini-ITX bisa menjadi solusi. Meskipun masih ada form factor yang lebih kecil seperti Pico-ITX, Mini-ITX memungkinkan penggunaan komponen desktop yang bertenaga, termasuk prosesor, GPU, dan RAM full-size yang powerful.
Sebelum memilih motherboard, pastikan untuk menentukan casing yang akan digunakan agar opsi motherboard bisa disesuaikan dengan casing dan budget yang tersedia.