Mouse Logitech MX Air telah meraih penghargaan IF 2008. Perlu diingat bahwa ini bukanlah mouse biasa. Desainnya dilakukan oleh Marcel Twohig, seorang desainer yang saat ini bekerja untuk Design Partners dan sebelumnya bekerja dengan LG.
MX Air telah menggabungkan optik laser untuk akurasi tinggi, kontrol sentuh untuk bagian-bagian antarmukanya, dan teknologi sensor gerakan inovatif Freespace untuk melacak gestur tangan.
Jika Anda sedikit bingung dengan teknologi terakhir tersebut, seperti yang tertera di kotak, MX Air dapat digunakan baik di meja maupun di udara. Seperti cara orang menggunakan remote untuk mengontrol televisi, dengan memegang mouse MX Air, Anda sekarang dapat bersantai sambil menjelajahi komputer dan menikmati konten media. Jika Anda pernah bermain dengan Wii milik Nintendo, teknologinya kurang lebih hampir sama.

Secara estetis, MX Air terlihat ramping dan tidak seperti mouse Logitech lainnya. Ini tidak memiliki lengkungan rumit untuk jempol dan sejenisnya. Kemiringan aerodinamis membuat MX Air terlihat seolah-olah sedang terbang, dan ini sesuai dengan fungsinya karena mengandung giroskop untuk bekerja di udara. Permukaan atas terbuat dari plastik mengkilap; bagian bawah terbuat dari logam. Terdapat saklar on/off di atas sensor optik untuk menghemat daya, dan keseluruhan mouse ini bersifat nirkabel.



Dalam penggunaan, MX Air memiliki performa seperti mouse lain pada umumnya. Akurat dan halus. Ini dilengkapi dengan perangkat lunak SetPoint dari Logitech untuk memprogram berbagai tombol. Mouse ini dapat menjelajahi halaman web, meluncurkan aplikasi, dan mengontrol pemutar musik dengan tombol play/pause dan volume yang dedikasi.
Tombol mouse kiri dan kanan bersifat taktil dan batang gulirnya berbasis sentuhan. Mungkin yang paling keren adalah kemampuan untuk mengangkat mouse dan menggunakannya seperti pointer atau remote. Ini memang bukanlah mouse giroskopik pertama di pasaran, tetapi pihak Logitech mengatakan bahwa mouse MX Air racikannya sangat kompatibel untuk pengguna multimedia dan memiliki desian lebih baik. Fitur favorit saya adalah kontrol volume. Pegang mouse seperti remote, tekan tombol volume, dan goyangkan pergelangan tangan ke kanan dan kiri untuk menaikkan atau menurunkan volume.
Namun ada sdikit bagian yang sepertinya masih harus diperhatikan yakni dengan fitur penggulungnya. Suara klik yang disimulasikan adalah sentuhan yang bagus tetapi saya merasakannya bagian ini terlalu sensitif.
Dengan menggerakkan jari ke atas atau ke bawah, pengguna sebenarnya sedang menggulir dokumen ke atas atau ke bawah dengan kecepatan sebanding dengan kecepatan gerakan jari, sementara gerakan jari yang sangat cepat akan “memutar roda” dan menggulir dokumen secara tiba-tiba. Ini memang berfungsi tetapi gerakkanya seringkali terlalu liar.
Sayangnya, saya tidak bisa menemukan pengaturan kustom yang tepat untuk membuatnya nyaman. Pada akhirnya, saya lebih memilih scroll wheel tradisional atau mungkin ballpoint 360º yang ditemukan pada Apple Mighty Mouse.
Apa yang kami sukai
- Desain modern yang ramping. Pasti menonjol sebagai objek pamer.
- Kontrol Freespace inovatif memungkinkan mouse bekerja di atas permukaan dengan sempurna.
- Fitur Giroskop membantu mouse bekerja saat dipegang secara miring.
- Kursor penunjuk lebih besar dari biasanya untuk memudahkan penggunaan dari jarak jauh.
- Kontrol musik yang didedikasikan membuatnya sempurna sebagai remote untuk komputer.
- Umur baterai yang cukup layak. Setidaknya tahan selama 3 hari sebelum diisi ulang.
- Dilengkapi dengan dasar yang sama ramping.
- Perangkat lunak SetPoint yang disertakan sangat kuat. Mudah mengustomisasi fungsi mouse.
- Sepenuhnya kompatibel dengan Windows.
Apa yang harus diperbaiki
- Fitur penggulirannya buruk. Sering melompat dan terlalu sensitif, bahkan dengan pengaturan kustom.
- Penggulir hanya bergerak ke atas dan ke bawah, tidak ke kiri dan ke kanan.
- Dongle USB sebesar flash memory stick. Perlu dikecilkan.
- Perangkat lunak SetPoint tidak disertakan untuk Mac OS X. Harus mengunduh driver dari situs Logitech.
- Harganya lumayan mahal yakni $149 (sekitar Rp 2,3 juta-an).
Pengalaman saya dengan mouse giroskopik lainnya adalah dengan Gyration’s Go Air Mouse. Keduanya memiliki fitur yang sebanding, tetapi Logitech MX Air mendapatkan lebih banyak pujian dan perhatian dengan tampilan mengkilapnya. Mouse Gyration juga lebih berat, anmun poin ini bersifat subjektif berdasarkan selera.
Dengan harga $149, MX Air memang mahal, jadi ini benar-benar sebuah fakta bahwa bentuk lebih diutamakan daripada fungsi. Setelah seminggu menggunakan MX Air, saya cukup puas.