Huawei, perusahaan teknologi asal China, kabarnya sedang bekerja keras mengembangkan chip AI baru yang dirancang untuk menyaingi chip-chip buatan Nvidia. Langkah ini dilakukan di tengah semakin ketatnya kontrol ekspor teknologi semikonduktor dari Amerika Serikat, yang membatasi akses China terhadap chip AI canggih.
Menurut laporan Wall Street Journal, chip baru dari Huawei ini bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Nvidia akibat pembatasan perdagangan dari AS yang menghambat penjualan chip AI di China.
Tantangan Nvidia di Pasar China
Nvidia saat ini menawarkan chip H20 di China, yang merupakan versi “downgrade” dari chip H200 yang tersedia di Amerika. Chip ini memang didesain dengan kemampuan komputasi yang lebih rendah agar bisa memenuhi syarat ekspor AS.
Karena pembatasan tersebut, perusahaan-perusahaan di China tidak akan bisa mengakses chip AI terbaru Nvidia, Blackwell. Namun, ada kabar bahwa Nvidia juga sedang mengembangkan chip AI baru yang tetap sesuai dengan aturan ekspor yang berlaku.
Apa Dampak Chip AI Huawei untuk Nvidia?
Ada yang memperkirakan bahwa chip AI baru dari Huawei ini bisa menggerogoti pangsa pasar Nvidia di China. Tapi, ada juga yang meragukan hal ini.
Analis dari SemiAnalysis menyebutkan, jika Huawei benar-benar berhasil membuat chip AI yang lebih canggih dan aturan perdagangan yang ketat ini tetap berlanjut, Nvidia bisa kehilangan pangsa pasar dengan cepat di China.
Namun, analis dari Jefferies memiliki pandangan berbeda. Mereka memperkirakan dampaknya akan kecil, karena Nvidia sudah sangat dibatasi di China, sehingga tidak banyak lagi yang bisa terkena dampak pembatasan ini.
Meskipun chip AI Nvidia untuk pasar China dianggap kurang mumpuni dibandingkan dengan produk Huawei, kedua chip ini masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan chip yang dijual Nvidia di pasar Amerika.
Analis tersebut juga menambahkan bahwa ada banyak yang menduga chip H20 dari Nvidia juga bisa ikut dilarang. Jika itu terjadi, Nvidia akan semakin tertekan di pasar chip AI di China.
Saham Nvidia naik lebih dari 5% menjadi $115,39 pada perdagangan siang hari Selasa, dan sudah lebih dari dua kali lipat nilainya sejak awal tahun.
source: Investopedia