Pada hari Rabu, Google mengumumkan kelahiran anggota baru dalam keluarga model AI mereka, yang diberi nama Gemma. Langkah ini diambil dengan tujuan untuk “membantu pengembang dan peneliti dalam membangun AI dengan penuh tanggung jawab.”
Gemma, sebagaimana dikatakan, dibangun dengan menggunakan penelitian dan teknologi yang sama dengan model sebelumnya, yaitu Gemini, yang sebelumnya digunakan untuk menggerakkan chatbot Gemini (dahulu Bard) dan alat-alat terkait AI untuk Workspace (dahulu Duet AI).
Google memperkenalkan Gemma sebagai bagian dari upaya mereka dalam meramaikan persaingan di dunia AI. Persaingan antara Google dan OpenAI tetap sengit, dengan masing-masing perusahaan mencoba untuk unggul dengan inovasi-inovasi terbaru mereka.
Namun, Google tampaknya tertinggal dibandingkan dengan OpenAI, yang telah secara konsisten memperkenalkan produk-produk yang lebih besar dan lebih berani. Meskipun demikian, Google mencoba untuk memperbaiki posisinya dengan meluncurkan Gemma sebagai langkah baru mereka.
Satu hal yang membedakan Gemma dari produk-produk sejenis adalah bahwa Gemma adalah model AI open-source. Meskipun Google belum sepenuhnya terbuka tentang bagaimana model AI-nya dilatih, keputusan untuk merilis Gemma sebagai open-source menunjukkan komitmen perusahaan untuk membuat teknologi AI lebih dapat diakses dan dimanfaatkan oleh semua orang.
Gemma hadir dalam dua varian model: Gemma 2B dan Gemma 7B. Kedua varian ini telah dilatih sebelumnya dan memiliki varian yang dituning instruksi. Mereka dapat dijalankan pada laptop atau desktop pengembang dengan CPU atau GPU, serta di Google Cloud dengan akselerasi GPU dan TPU.
Meskipun Gemma hanya mendukung teks-ke-teks, Google mengklaim bahwa kinerjanya melebihi model-model yang jauh lebih besar pada beberapa pengujian kunci, sambil tetap mematuhi standar ketat perusahaan untuk keluaran yang aman dan bertanggung jawab.
Dalam hal keamanan dan tanggung jawab, Gemma telah melalui serangkaian pengujian yang ketat. Model ini telah dilatih sebelumnya untuk menyaring informasi pribadi dan sensitif, serta telah diuji dengan reinforcement-learning dari umpan balik manusia untuk memastikan kesesuaian. Google juga melakukan red-teaming manual dan pengujian adversarial untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi bahaya.
Selain Gemma, Google juga merilis Toolkit AI Generatif yang Bertanggung Jawab. Toolkit ini mencakup berbagai sumber daya praktis, seperti klasifikasi keamanan, alat debugging, dan praktik terbaik untuk mengembangkan Large Language Models (LLMs).
Untuk memperluas aksesibilitas Gemma, Google membuatnya tersedia secara gratis di platform seperti Kaggle, Colab, Hugging Face, MaxText, dan Nvidia NeMo. Selain itu, pengguna Google Cloud baru pertama kali juga mendapatkan kredit sebesar $300 untuk mencoba Gemma dan produk-produk AI Google lainnya.
Dengan langkah ini, Google berharap dapat memperkuat posisinya dalam dunia AI dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan teknologi AI yang lebih bertanggung jawab dan inklusif. Gemma menjadi bukti nyata dari komitmen Google untuk membuka akses terhadap teknologi AI dan mempercepat kemajuan di bidang ini.