Legion Go Fold menjadi salah satu perangkat yang paling menarik perhatian di ajang teknologi Mobile World Congress 2026.
Perangkat konsep dari Lenovo ini menghadirkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya di dunia konsol handheld, yaitu layar lipat berukuran besar yang bisa menyesuaikan kebutuhan saat bermain game.
Baca juga: Lenovo IdeaPad Slim 3 16 Gen 8 AMD | Harga & Spesifikasi
Lewat Legion Go Fold, Lenovo mencoba menghadirkan pengalaman gaming yang lebih fleksibel dibanding konsol genggam pada umumnya. Gamer bisa menggunakan perangkat ini dalam berbagai mode berbeda, mulai dari mode handheld klasik hingga mode desktop layaknya laptop mini.
Inovasi ini membuat Legion Go Fold terlihat seperti gabungan antara konsol portable, tablet gaming, dan laptop ringan dalam satu perangkat. Berbagai hal itu membuat perangkat ini menjadi perbincangan hangat di forum Legion Gaming Community.
Legion Go Fold: Konsep Baru Konsol Gaming Genggam

Legion Go Fold hadir dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan konsol handheld pada umumnya. Perangkat ini tidak hanya mengandalkan performa untuk menjalankan game, tetapi juga menawarkan desain inovatif dengan layar lipat dan berbagai mode penggunaan. Untuk kamu yang penasaran, berikut ini ulasan lengkapnya.
Layar Lipat Besar yang Fleksibel
Hal paling menonjol dari Legion Go Fold tentu saja layar lipatnya. Konsol ini dibekali panel P-OLED berukuran 11,6 inci yang bisa dilipat hingga menjadi 7,7 inci. Dengan desain ini, kamu bisa menyesuaikan ukuran layar sesuai kebutuhan saat bermain.
Ketika dilipat, perangkat ini terasa seperti konsol handheld biasa yang nyaman digenggam. Namun ketika dibuka penuh, layar yang lebih besar memberikan pengalaman visual yang jauh lebih luas, terutama untuk game dengan grafis detail atau dunia permainan yang besar.
Teknologi layar lipat memang masih tergolong baru di industri gaming, sehingga konsep ini menjadi salah satu eksperimen menarik dari Lenovo untuk masa depan konsol genggam.
Controller Lepas Pasang ala Nintendo Switch
Seperti seri sebelumnya, Legion Go Fold juga dilengkapi controller detachable yang bisa dilepas dan dipasang di kedua sisi layar. Konsep ini mengingatkan pada controller Joy-Con milik Nintendo pada konsol Nintendo Switch.
Ketika controller dipasang di kiri dan kanan layar, perangkat ini bisa dimainkan seperti konsol handheld biasa. Namun saat dilepas, kedua controller tersebut dapat disatukan untuk menjadi satu kontroler modern.
Menariknya lagi, controller ini juga memiliki layar kecil tambahan yang berfungsi sebagai touchpad. Layar ini bisa menampilkan berbagai informasi seperti metrik performa, pengaturan sistem, hingga panel hotkey yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan gamer.
Legion Go Fold Punya Empat Mode Pemakaian yang Fleksibel
Salah satu keunggulan utama Legion Go Fold adalah fleksibilitasnya. Lenovo merancang perangkat ini dengan empat mode penggunaan berbeda.
Standard Handheld Mode

Mode ini merupakan cara penggunaan paling sederhana. Layar dilipat menjadi ukuran 7,7 inci dan controller dipasang di kedua sisi perangkat.
Dalam mode ini, Legion Go Fold terasa seperti konsol handheld pada umumnya. Bentuknya ringkas dan nyaman digunakan untuk bermain game saat bepergian.
Vertical Split-Screen Mode

Mode kedua memungkinkan layar dibuka ke arah atas sehingga membentuk dua layar vertikal yang bertumpuk.
Dengan konfigurasi ini, kamu bisa bermain game di satu layar sambil membuka panduan, menonton streaming, atau memantau konten lain di layar kedua. Mode ini sangat cocok untuk gamer yang suka multitasking.
Horizon Full Screen Mode

Mode ini memungkinkan layar dibuka sepenuhnya hingga ukuran 11,6 inci dalam orientasi landscape.
Dengan layar yang lebih besar, pengalaman bermain terasa jauh lebih imersif. Controller juga bisa tetap dipasang di kiri dan kanan layar sehingga kamu tetap mendapatkan kontrol penuh saat bermain.
Mode ini sangat cocok untuk game aksi, RPG, atau game open-world yang membutuhkan area pandang lebih luas.
Expanded Desktop Mode

Mode terakhir membuat perangkat ini berfungsi layaknya laptop mini. Dalam konfigurasi ini, perangkat dapat dipasangkan dengan keyboard eksternal lengkap dengan touchpad dan dudukan (stand).
Menariknya, controller kanan dapat digunakan sebagai mouse vertikal, fitur yang sebelumnya juga hadir di perangkat Legion Go generasi sebelumnya.
Dengan mode ini, kamu tidak hanya bisa bermain game, tetapi juga menonton video, browsing internet, atau bahkan mengerjakan tugas ringan.
Spesifikasi Legion Go Fold
Selain desain uniknya, Legion Go Fold juga dibekali spesifikasi yang cukup kuat untuk perangkat gaming portable.
Perangkat ini ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 7 258V yang dipadukan dengan GPU terintegrasi Intel Arc 140V.
Kombinasi CPU dan GPU tersebut didukung oleh:
- RAM 32 GB
- Baterai 48 Wh
- Sistem grafis Intel Arc untuk gaming modern
Spesifikasi ini menunjukkan bahwa konsol gaming ini dirancang untuk menjalankan berbagai game PC modern dengan performa yang cukup mumpuni.
Masih Berstatus Perangkat Konsep
Meskipun terlihat sangat menjanjikan, Lenovo belum memastikan apakah konsol lipat ini akan benar-benar diproduksi secara massal.
Sebagai perangkat konsep yang dipamerkan di MWC 2026, teknologi layar lipat pada konsol genggam masih dianggap mahal dan kompleks untuk diproduksi. Hal ini berpotensi membuat harga perangkat menjadi sangat tinggi jika dirilis secara komersial.
Namun bukan berarti peluangnya tertutup. Lenovo sebelumnya pernah menghadirkan beberapa perangkat konsep Legion yang akhirnya benar-benar dirilis ke pasar.
Legion Go Fold: Masa Depan Konsol Gaming Genggam?
Legion Go Fold menunjukkan bahwa masa depan konsol gaming portable bisa menjadi jauh lebih fleksibel. Dengan layar lipat, berbagai mode penggunaan, dan performa kelas PC, perangkat ini membuka kemungkinan baru dalam cara bermain game secara mobile.
Jika teknologi ini berhasil dikembangkan lebih matang dan biaya produksinya menurun, bukan tidak mungkin Legion Go Fold atau perangkat serupa akan menjadi generasi berikutnya dari konsol gaming genggam di masa depan.