Apple dikabarkan tengah menyiapkan perubahan besar pada lini MacBook. Perusahaan asal Amerika Serikat ini disebut sedang mengembangkan laptop MacBook dengan harga lebih terjangkau dengan chip A19, yang ditujukan untuk bersaing langsung dengan laptop Windows di kelas menengah ke bawah.
MacBook murah ini ramai dibicarakan karena disebut akan menggunakan chip yang biasa dipakai di iPhone, bukan chip seri M seperti MacBook Air dan MacBook Pro. Berikut rangkuman informasi yang sudah beredar sejauh ini.
Perkiraan Waktu Rilis
MacBook baru ini diperkirakan akan meluncur pada awal 2026. Analis Apple ternama, Ming-Chi Kuo, menyebutkan bahwa Apple akan mulai memproduksi laptop ini secara massal pada akhir 2025. Jika proses produksi berjalan lancar, perangkat ini bisa diperkenalkan pada event Apple di musim semi 2026.
Laporan lain dari Bloomberg juga menguatkan kabar tersebut. Apple disebut sedang menguji laptop murah yang ditujukan untuk menyaingi Chromebook dan laptop Windows, dengan target rilis pada paruh pertama 2026.
Selain itu, jejak MacBook baru ini juga ditemukan dalam kode internal Apple dengan nama “Mac17,1”, yang belum pernah digunakan sebelumnya. Kode ini diyakini merujuk pada MacBook berbasis chip A-series.
Hingga kini, belum ada informasi resmi soal nama produk. Namun, MacBook ini diperkirakan tidak akan masuk ke lini MacBook Air. Apple kemungkinan akan menghidupkan kembali nama “MacBook”, seperti model 12 inci yang terakhir dirilis pada 2017.
Jika benar, MacBook ini akan menjadi pilihan paling terjangkau di jajaran laptop Apple.
Desain dan Ukuran Layar
Dari sisi desain, MacBook murah ini diperkirakan tetap mengusung tampilan khas Apple yang simpel dan tipis. Namun, ukurannya kemungkinan sedikit lebih kecil dari MacBook Air.
Bocoran menyebutkan laptop ini akan hadir dengan layar berukuran sekitar 12,9 inci, lebih kecil dari MacBook Air 13 inci. Ukuran ini dipilih untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga portabilitas.
Untuk material bodi, Apple diperkirakan tetap menggunakan aluminium atau bahan ramah lingkungan lainnya. Penggunaan plastik dinilai kecil kemungkinannya karena tidak sejalan dengan komitmen Apple terhadap produk berkelanjutan.
Fitur Lebih Sederhana
Karena menyasar segmen harga lebih murah, MacBook ini kemungkinan hadir dengan fitur yang lebih minimal. Laptop ini diperkirakan hanya memiliki satu port USB-C dan tidak mendukung Thunderbolt.
Beberapa laporan bahkan menyebutkan kemungkinan Apple menghilangkan kamera bawaan. Sebagai gantinya, pengguna bisa memanfaatkan fitur Continuity Camera untuk menggunakan iPhone sebagai webcam. Meski terdengar ekstrem, langkah ini bisa membantu menekan harga.
Pakai Chip iPhone
Perubahan paling menarik ada di sektor dapur pacu. MacBook ini diperkirakan akan menggunakan chip A19 Pro atau A18 Pro, yang biasa digunakan di iPhone kelas atas.
Dari sisi performa, chip ini dinilai cukup untuk kebutuhan sehari-hari seperti mengetik, browsing, menonton video, dan pekerjaan ringan lainnya. Performanya disebut setara dengan MacBook Air M1, yang hingga kini masih banyak digunakan.
MacBook murah ini kemungkinan hadir dengan RAM minimal 8 GB dan penyimpanan 256 GB, mengikuti standar MacBook saat ini.
Apple menargetkan penjualan MacBook hingga 25 juta unit per tahun. Untuk mencapai target tersebut, Apple harus menawarkan harga yang jauh lebih murah dibanding MacBook Air.
Jika rumor ini benar, MacBook murah dengan chip iPhone bisa menjadi pintu masuk baru bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan biaya besar.