Membeli laptop dengan harga miring memang menggoda. Tapi, di balik tawaran menarik itu, bisa jadi laptop yang kamu incar adalah laptop rekondisi alias bekas.
Untuk itu, simak 7 tips ampuh untuk membedakan laptop rekondisi dan baru, lengkap dengan detail dan tips tambahan.
Tips Ampuh Terhindar dari Laptop Rekondisi
Periksa Tanda Fisik Pemakaian dengan Seksama
- Permukaan: Amati dengan cermat seluruh permukaan laptop. Cari lecet, penyok, atau benjolan sekecil apapun. Perhatikan teksturnya, apakah halus dan mulus seperti laptop baru atau kasar dan menunjukkan bekas penggunaan.
- Keyboard: Periksa setiap tombol keyboard. Pastikan tidak ada yang usang, retak, atau terasa lengket. Perhatikan juga keseragaman warna dan teksturnya.Keyboard yang usang menandakan penggunaan yang intens.
- Sekrup: Periksa sekrup pada bagian bawah laptop. Pastikan semua sekrup terpasang dengan kencang dan tidak ada bekas dibuka. Sekrup yang longgar atau bekas dibuka menunjukkan laptop pernah dibongkar, kemungkinan untuk diperbaiki atau direkondisi.
- Stiker: Perhatikan stiker yang terdapat pada laptop. Stiker dari bengkel laptop atau perusahaan menunjukkan laptop pernah dipakai. Stiker yang hilang atau bertumpuk menandakan laptop mungkin telah berpindah tangan beberapa kali.
Cek Kemasan dan Aksesoris dengan Teliti
- Kotak: Laptop baru umumnya dikemas dalam kotak bermerek yang rapi dan kokoh. Pastikan logo dan nama merek tercetak jelas pada kotak. Kotak generik atau kotak yang terlihat kusam dan bekas menandakan laptop rekondisi.
- Aksesoris: Periksa kelengkapan semua aksesoris yang seharusnya disertakan, seperti charger, adaptor, kabel data, baterai, dan buku panduan. Pastikan semua aksesoris dalam kondisi baru dan original, dengan logo dan nama merek yang sama dengan laptop. Aksesoris yang tidak lengkap, beda merek, atau terlihat usang menandakan laptop mungkin rekondisi.
Lakukan Tes Sederhana untuk Memastikan
- Bau: Laptop baru memiliki bau khas bahan kimia yang baru. Laptop rekondisi mungkin tercium aroma pembersih rumah tangga atau bahan kimia yang berbeda.
- Nomor seri: Bandingkan nomor seri yang tertera pada sasis laptop dengan nomor seri di BIOS. Pastikan keduanya sama. Jika berbeda, kemungkinan laptop telah diubah atau diperbaiki.
- Sistem operasi: Periksa nama pengguna, tata letak desktop, dan aplikasi yang terinstal pada sistem operasi. Laptop baru umumnya memiliki pengaturan default. Jika terdapat nama pengguna, desktop yang tidak rapi, atau aplikasi yang tidak umum, kemungkinan laptop bekas.
Baca Juga: 10 Cara Mengecek Macbook Bekas, Jangan Asal Beli
Perhatikan Detail Lainnya
- Harga: Laptop rekondisi umumnya jauh lebih murah daripada laptop baru dengan spesifikasi yang sama. Selisih harga yang signifikan bisa menjadi indikasi laptop rekondisi.
- Garansi: Laptop baru biasanya memiliki garansi resmi dari produsen. Laptop rekondisi mungkin memiliki garansi yang lebih pendek, bahkan tidak ada sama sekali. Pastikan kamu mengetahui detail garansi sebelum membeli.
- Baterai: Laptop rekondisi mungkin memiliki baterai yang sudah aus dan tidak tahan lama. Periksa kondisi baterai dan perhatikan performanya saat digunakan.
Cek Nomor Seri dan Status Garansi di Situs Web Produsen
- Kunjungi situs web resmi produsen laptop.
- Masukkan nomor seri laptop untuk mengecek keaslian dan status garansi.
- Pastikan informasi yang tertera pada situs web sesuai dengan laptop yang akan dibeli.
Lakukan Tes Performa untuk Melihat Kemampuannya
- Jalankan program berat atau game untuk menguji performa laptop.
- Pantau suhu laptop saat digunakan. Laptop rekondisi mungkin lebih panas daripada laptop baru karena komponennya sudah usang.
- Perhatikan apakah laptop terasa lag, lambat, atau mengalami crash saat digunakan.
Beli dari Tempat Terpercaya untuk Mendapatkan Kualitas Terbaik
- Pilihlah toko resmi atau penjual terpercaya yang memiliki reputasi baik.
- Periksa ulasan dan testimoni dari pembeli sebelumnya untuk mengetahui kualitas produk dan layanan toko.Pastikan toko menawarkan garansi resmi dan layanan purna jual yang memadai.
Sebagai tips tambahan, mintalah bukti pembelian dari penjual untuk memastikan keaslian laptop. Kemudian, lakukan tes secara menyeluruh sebelum membeli. Coba semua fungsi dan fitur laptop untuk memastikan semuanya bekerja dengan baik.